Jumat, 23 November 2012

ORIENTASI PESERTA DIDIK

ORIENTASI PESERTA DIDIK
BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Semua peserta didik yang telah mendaftar ulang, selanjutnya memasuki masa orientasi peserta didik di sekolah. Orientasi dilakukan mulai hari-hari pertama masuk sekolah. Menurut Imron (2004:50) menjelaskan “orientasi adalah perkenalan”. Mengapa dilakukan kegiatan orientasi peserta didik? Agar setiap peserta didik mengenal dan siap menghadapi kondisi dan situasi sekolah yang baru. Bagaimanapun juga, kondisi dan situasi sekolah yang baru, akan berbeda dengan kondisi dan situasi sekolah yang lama.
Orientasi peserta didik baru penting dilaksanakan karena merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam pembinaan kesiswaan yang bertujuan mengantarkan siswa untuk beradaptasi di sekolah. Pada saat orientasi peserta didik baru, peserta didik belajar mengenal semua unsur sekolah, guru, TU, OSIS, lingkungan sekolah, teman, budaya belajar, dan tata tertib sekolah. Saat itu, peserta didik juga dibekali materi kepribadian, keterampilan, dan ketangkasan. Jadi, kegiatan orientasi peserta didik baru diharapkan dapat membantu peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah secara cepat.
Perlu diperhatikan, orientasi peserta didik baru bukan perpeloncoan peserta didik baru. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas pengaturan orientasi peserta didik baru, meliputi alasan dan batasan orientasi peserta didik baru, tujuan orientasi peserta didik baru, fungsi orientasi peserta didik baru, serta pelaksanakan pada masa orientasi peserta didik baru.
Kegiatan ini dapat memberikan kesan yang positif dan menyenangkan kepada peserta didik baru tentang lingkungan sekolah yang baru. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan dengan situasi yang menggembirakan sambil mengenal dan mempelajari sesuatu yang baru, baik yang berkaitan dengan lingkungan fisik, lingkungan sosial mulai dari visi, misi sampai pada aturan-aturan norma sekolah.



B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut. 
1.    Apa pengertian orientasi peserta didik?
2.    Apa alasan dilaksanakannya peserta didik baru dan bagaimana batasannya?
3.    Apa saja tujuan dan fungsi pelaksanaan peserta didik baru?
4.    Bagaimana pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru?

C.       Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, terdapat tujuan sebagai berikut.
1.    Memahami pengertian orientasi peserta didik?
2.    Mengetahui alasan dilaksanakannya orientasi peserta didik baru dan bagaimana batasannya
3.    Mengetahui tujuan dan fungsi pelaksanaan orientasi peserta didik baru
4.    Mengetahui pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru


BAB II
PEMBAHASAN


A.  Pengertian Orientasi Peserta Didik Baru
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) orientasi adalah peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar.
Pengertian peserta didik sendiri berdasarkan ketentuan umum Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (dalam Tim Dosen AP, 2009) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi yang melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Nasihin dan Sururi (2009) mendefinisikan bahwa peserta didik merupakan orang yang menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan.
Dari pengertian-pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa peserta didik adalah orang/individu yang berusaha mengembangkan bakat, minat dan potensi yang ada dalam diri agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya.
Jadi, orientasi peserta didik baru (siswa baru) adalah kegiatan penerimaan peserta didik baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan (sekolah) tempat peserta didik tersebut menempuh pendidikan.

B.  Alasan dan batasan Orientasi Peserta Didik
Lingkungan sekolah peserta didik yang lama telah ditinggalkan dan mereka berganti dengan lingkungan sekolah yang baru dengan penghuni dan budaya baru. Oleh karena itu, peserta didik perlu orientasi. Dengan orientasi tersebut, peserta didik akan siap menghadapi lingkungan dan budaya baru di sekolah yang mungkin berbeda jauh dengan sebelumnya.
Kian tinggi jenjang lembaga pendidikan, kian berat tuntutan yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Daya saing lingkungan baru tersebut relatif lebih ketat dibandingkan dengan lingkungan sebelumnya. Orientasi peserta didik baru diharapkan dapat mengantarkan peserta didik pada suasana baru yang berbeda dengan sebelumnya. Dengan demikian, peserta didik akan menyadari bahwa lingkungan baru di mana ia akan memasukinya, membutuhkan pikiran, tenaga, dan waktu yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan lingkungan sekolah sebelumnya.   
Menurut Ali Imron (2004) yang dimaksud dengan orientasi adalah perkenalan. Perkenalan disini ini meliputi lingkungan fisik sekolah dan lingkungan sosial sekolah. Lingkungan fisik sekolah meliputi prasarana dan sarana sekolah, seperti jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tempat bermain di sekolah, lapangan olahraga, gedung dan perlengkapan sekolah, serta fasilitas-fasilitas lain yang disediakan di sekolah. Sedangkan lingkungan sosial sekolah meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan selain guru, teman sebaya seangkatan, dan peserta didik senior di sekolah.

C. Tujuan dan Fungsi Pelaksanaan Orientasi Peserta Didik Baru
Perlu diperhatikan, tujuan orientasi peserta didik baru bukan ajang perpeloncoan atau sejenisnya, suasana menegangkan, kekerasan ataupun ajang balas dendam dari senior terhadap peserta didik baru. Sebagai contoh orientasi menjadi ajang perploncoan adalah peserta harus mengenakan atribut yang aneh-aneh dan tidak sesuai dengan dunia pendidikan. dan pemberian hukuman atau perlakuan yang mengarah pada penganiayaan, kekerasan atau balas. Pada dasarnya boleh mengenakan atribut, namun harus sesuai dengan dunia pendidikan.
Maka ada beberapa tujuan pelaksanaan orientasi peserta didik yang harus dipahami diantaranya: 1) agar peserta didik mengenal lebih dekat mengenai diri mereka sendiri di tengah-tengah lingkungan barunya, 2) agar  peserta didik mengenal lingkungan sekolah, baik lingkungan fisiknya maupun lingkungan sosialnya, 3) pengenalan lingkungan sekolah sangat penting bagi peserta didik dalam hubungannya dengan: a) Pemanfaatan semaksimal mungkin layanan yang diberikan oleh sekolah, b) Sosialisasi diri dan pengembangan diri secara optimal, c) Menyiapkan siswa secara fisik, mental, dan emosional agar siap menghadapi  lingkungan baru sekolah.
Adapun fungsi pelaksanaan orientasi peserta didik baru diantaranya: 1) Bagi peserta didik sendiri, orientasi berfungsi sebagai wahana untuk menyatakan dirinya dalam konteks keseluruhan lingkungan sosialnya dan wahana untuk mengenal bagaimana lingkungan barunya serta siapa dan apa saja yang ada di sana sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan sikap, 2) bagi personalia sekolah dan lembaga kependidikan, dengan mengetahui siapa peserta didik barunya, akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam memberikan layanan-layanan yang mereka butuhkan, 3) Bagi para peserta didik senior, dengan adanya orientasi, akan mengetahui lebih dalam mengenai peserta didik penerusnya di sekolah tersebut. Hal ini sangat penting terutama berkaitan dengan estafet kepemimpinan organisasi peserta didik di sekolah tersebut.

D.  Pekan Orientasi Peserta Didik
       Masa orientasi peserta didik adalah kelanjutan dari orientasi hari-hari pertama masuk sekolah. Jika pada hari-hari pertama masuk sekolah peserta didik diperkenalkan dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial sekolah secara global, pada masa orientasi peserta didik ini mereka diperkenalkan secara rinci.
Lingkungan sekolah yang diperkenalkan secara rinci tersebut adalah peraturan dan tata tertib sekolah, guru dan personalia sekolah, perpustakaan sekolah, laboratorium sekolah, kafetaria sekolah, bimbingan dan konseling, layanan kesehatan sekolah, layanan asrama sekolah, orientasi program studi, cara belajar yang efektif dan efisien, dan organisasi peserta didik.
1. Peraturan dan Tata Tertib Sekolah
Para peserta didik baru perlu diperkenalkan dengan tata tertib sekolah karena tata tertib sekolah mengatur perilaku peserta didik di sekolah. Tata tertib sekolah yang harus dipatuhi oleh siswa di antaranya: a) peserta didik wajib berpakaian sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh sekolah, b) peserta didik wajib memelihara dan menjaga kebersihan dan ketertiban, serta menjunjung tinggi nama baik sekolah, c) peserta didik harus hadir di sekolah paling lambat lima menit sebelum pelajaran dimulai d) peserta didik harus siap menerima pelajaran yang telah ditetapkan sekolah, e) selama jam sekolah berlangsung, siswa dilarang meninggalkan sekolah tanpa izin kepala sekolah, f) setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti pelajaran harus menunjukkan keterangan yang sah, dan g) pelanggaran atas tata tertib sekolah bisa menjadi penyebab dikeluarkannya peserta didik dari sekolah setelah mendapat peringatan lisan, tertulis, dan skorsing.
2. Guru dan Personalia Sekolah                                                         
Para peserta didik harus diperkenalkan kepada guru-guru dan personalia sekolah secara detail. Perkenalan ini meliputi tempat dan tanggal lahir, status, jumlah anak, alamat, latar belakang pendidikan, bidang keahlian, pengalaman, prestasi-prestasi yang pernah dicapai, dan karya-karyanya.
Perkenalan secara detail itu penting agar siswa mengetahui lebih banyak tentang gurunya dan personalia sekolah. peserta didik akan mengetahui kepada guru mana dia harus menanyakan mata pelajaran yang tidak diketahuinya. Dia juga mengetahui kepada siapa mengadukan masalah yang dialaminya.
Orientasi terhadap guru dan personalia sekolah ini juga menyangkut struktur mereka dalam organisasi sekolah serta deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pemahaman mengenai struktur organisasi sekolah ini akan mengantarkan peserta didik pada pemahaman mengenai hubungan organisasional di sekolah. Dengan demikian, peserta didik dapat memanfaatkan layanan-layanan pendidikan yang disediakan sekolah.
3. Perpustakaan Sekolah                                                        
Perpustakaan sekolah harus diperkenalkan kepada peserta didik menyangkut siapa yang mengelola dan mengepalai, serta apa saja tugas dan tanggung jawab mereka. Peserta didik perlu diberi tahu berapa jumlah koleksi bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah, macam-macam dan jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan, serta dari mana koleksi yang dimiliki selama ini. Peserta didik juga diberi tahu mengenai layanan yang diberikan oleh perpustakaan, misalnya layanan baca, layanan peminjaman, layanan pemesanan, dan layanan pengembalian. Agar peserta didik dapat menggunakan perpustakaan semaksimal mungkin tanpa mengganggu penyelenggaraannya, siswa perlu diberi informasi mengenai persyaratan menjadi anggota perpustakaan, tata cara peminjaman buku, pemesanan buku, pengembalian buku, penjelasan tentang tata tertib berkunjung, membaca buku di ruangan, serta sanksi atas pelanggarannya.
4. Laboratorium Sekolah                                
Layanan laboratorium perlu diperkenalkan kepada peserta didik baru. Peserta didik terlebih dahulu diperkenalkan kepada para petugas laboratorium serta tugas dan tanggung jawabnya. Peserta didik juga diberi informasi mengenai macam-macam laboratorium yang dimiliki sekolah serta sarana prasarana, perlengkapan, dan fasilitas yang tersedia. Tata cara menggunakan masing-masing laboratorium, petunjuk teknisnya, serta bahaya-bahaya dari sebagian peralatan yang ada juga perlu disampaikan kepada peserta didik baru.
5. Bengkel Sekolah
Bengkel yang dipunyai oleh sekolah perlu diperkenalkan kepada peserta didik baru, tujuan dan fungsi diadakannya bengkel tersebut harus dijelaskan serta tata cara pemanfaatannya.


BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Peserta didik yang telah mendaftar ulang, maka selanjutnya mereka  memasuki masa orientasi peserta didik di sekolah. Alasan diadakannya orientasi peserta didik adalah agar peserta didik siap menghadapi kondisi dan situasi sekolah yang bari. Bagaimanapun juga, kondisi dan situasi sekolah yang baru, akan berbeda dengan kondisi situasi sekolah yang lama.
Orientasi peserta didik baru dilaksanakan pada awal tahun ajaran sebelum peserta didik menerima pelajaran. Acara orientasi biasanya diisi dengan kegiatan yaitu, 1) perkenalan dengan guru dan staf sekolah, 2) perkenalan dengan peserta didik lama, 3) perkenalan dengan pengurus OSIS, 4) penjelasan tentang tata tertib sekolah, 5) penjelasan dan peninjauan fasilitas yang ada di sekolah.
Kegiatan orientasi peserta didik baru dilaksanakan agar peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah barunya secara cepat.

B.  Saran
Hendaknya orientasi benar-benar menjadi masa pembentukan karakter individu yang sejalan dengan visi dan misi sekolah. Ini bisa dilakukan mulai dengan latihan dan penanaman sikap disiplin diri, tanggung jawab, mengenali potensi diri dan menemukan motivasi diri dalam belajar, melatih kepekaan agama dan sosial. Jenis kegiatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Panitia dan pembina orientasi siswa baru dilarang melakukan tindakan yang bersifat perpeloncoan, baik secara fisik maupun psikis. Perpeloncoan fisik antara lain pemberian hukuman atau perlakuan yang mengarah pada penganiayaan, sedangkan perpeloncoan psikis antara lain tindakan atau perintah yang dapat mempermalukan atau mempersulit peserta orientasi siswa baru. Misalnya, peserta orientasi siswa baru harus mengenakan atribut tertentu, membawa benda tertentu, atau mencari hal tertentu yang tidak mendidik.



DAFTAR RUJUKAN


Fadoli, A. 2011. Pengertian Peserta Didik dan Kebutuhan Peserta Didik,

Imron, A. 2001. Manajemen Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Imron, A. 2004. Manajemen Peserta Didik. Malang: Universitas Negeri Malang.

Tim Dosen AP. 1989. Administrasi Pendidikan. Malang: IKIP Malang.

Tim Dosen AP. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang  RI No. 19 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Surabaya: CV Pustaka Agung Harapan.

Wikipedia, (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Masa_Orientasi_Siswa),  diakses 2 November 2012.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar