Senin, 08 Juli 2013

Raper Dadakan


Pare Cekidot….
Hmmm program dua minggu di ….. institute udah selesai. Saatnya berkeliling mencari course di tempat lain yang kira-kira mau nerima aku nih sebagai peserta baru. Haha
Ambil program dua minggu emang gak terasa dan efeknya gak seberapa. Butuh tambahan lagi nih biar afdol. Dan pada suatu hari, ya kira-kira weekend, kulangkahkan kaki, kuambil something beroda dua, kukayuh ia dengan cepat, tak peduli siapa teman siapa lawan (emang di arena balap), kubelokkan ia ke kanan, lurus, ke kanan lagi. Tujuan ku hanya satu, tangga itu. Sesampainya aku di depan tangga itu, suasana cukup riuh dan beberapa pasang mata melihat kearahku (ah aku seperti artis aja), kumantapkan hati untuk menaiki anak tangga satu per satu. Mulailah satu, dua, daan… Ha??? Jumlahnya cuma dua anak tangga (huft mungkin aku berlebihan menyebutnya tangga). 
Oke selanjutnya tujuanku adalah pintu, ya pintu yang cukup lebar untuk badan sebesar aku, kudatangi wanita itu yang usianya beberapa tahun diatasku kira-kira cocok kalau aku panggil dia “mbak”. Aku utarakan keinginanku, aku isi biodata pada lembaran putih, aku berikan beberapa lembar kertas berwarna bergambar pahlawan, persegi panjang. Kembali aku pulang dengan wajah cukup riang. 

Aha. Pendaftaranku di salah satu English Course sudah berhasil. Pronunciation. Ya, bidang ini memang pernah saya pelajari semasa duduk di bangku sekolah (baru inget aku kalau pernah sekolah). Dan ingin memantapkannya melalui kursus. Yah semoga lidah ini belum kaku untuk mengalunkan bahasa inggris dengan indah.


Selasa. 25 juni 2013.

Hari pertama kelas akan dimulai.  Kembali aku berkeliling-keliling mencari tempat les ku. Karena gedung kelas dengan kantor pendaftaran berbeda dan jaraknya cukup jauh. Syukurlah ada teman yang mau mengantar dan menunjukan gedung kelas yang aku cari. Dengan santainya aku duduk dan berbincang-bincang dengan peserta baru di luar kelas karena kelas belum dimulai bahkan sempat berkenalan karena itu memang kebiasaanku saat bertemu teman baru. 

Selang beberapa menit kemudian… Apa??? Ini kelas speaking. Oh my God. Aku salah tempat. Aku hubungi nomor yang harus dapat membantuku. Ada suara pria disana. Ya, itu adalah suara pegawai office. Ku coba untuk tidak meninggikan suara. Ujung-ujungnya aku diminta untuk kembali ke office tempat pendaftaran. Nah, kulihat peta lokasi gedung-gedung kelas yang terpecah di penjuru jalan brawijaya sampai ujung dekat persawahan. Oke. Aku berangkat bersama teman yang mau mengantarku. Syukurlah, sesampainya di tempat yang semoga aja ini tidak salah lagi. Kelas belum dimulai. Disuguhi pula “rap music”. Cukuplah untuk menghilangkan lelahnya berkeliling.

Jreng….jreng….jreng….

Sang tentor datang. “Eh yang bener aja. Beneran nih mentornya. Ah gak yakin gua”. Berbagai macam pertanyaan muncul dikepala dan mungkin di kepala teman-teman juga. Ya, gak salah lagi. Ini memang real. Dialah tentor kami selama 2 minggu kedepan. Dengan penampilan yang tidak sewajarnya seorang tentor yang biasa aku lihat. Dia mengenakan kaos oblong lengan pendek, dilapisi kemeja dengan kancing dibiarkan terbuka, dengan bawahan celana jeans agak besar dan melorot, plus rantai sebagai accessories. Wooow Metal Men! Nih tentor kayaknya cukup layak dipanggil Mr. Metal. hiks.

Namun tidak bersepatu. Loh kok ga pake sepatu? Yups. Coz kita belajarnya lesehan alias duduk di lantai.
Beberapa hari di kelas ini. Bermacam-macam materi disuguhkan. Jangan kira hanya tentang pronunciation. Namun buanyak. Diselingi beberapa pengetahuan, mulai dari filsafat, kehidupan, sejarah, cerita seorang raper America, bahkan curhatan kehidupan dia (sang tentor) yang bercita-cita menjadi artis ini yang menurutku cukup memilukan. 

Untuk memperlancar gaya bicara kita, satu jurus sakti mandraguna adalah menulis lirik lagu rap dan menyanyikannya. Bahkan sampai berdiri dengan gaya masing-masing seolah-olah sedang berada pada “big show”. Wonderful!!!

Gara-gara itu jadi sering dengerin musik rap, download2 lagu nya. hah sejak kapan aku seperti ini. mungkin ini juga yang dialami teman2, becaaaaauuuse,, gak cuma aku aja yang minta n ngopy lagu dari mister, dan ini juga yang membuat teman2 jadi raper dadakan. hhhh...

Belajar seperti ini mungkin tak pernah membosankan bahkan ngantuk pun tak akan hinggap. Sang mentor ibarat motivator yang selalu menguji kami, sebenarnya apa tujuan kami. Beberapa jawaban bersuara “sukses, IP tinggi, jadi orang kaya, bahagiain ortu dan bla bla bla”. Ternyata jawaban nya cuma satu “Happiness”. Yah dari jawaban yang kami sodorkan ternyata ujung-ujungnya adalah kebahagiaan. Dan semua ini adalah jalan menuju kebahagiaan. Gak naik kelas, diputusin pacar. Yah tetap cari jalan lain untuk menuju kebahagiaan. 

Dua hari sebelum final test dilaksanakan. Jam pelajaran hanya diisi penuh dengan cerita-cerita. Dengan papan tulis yang bersih tanpa coretan. Sepertinya ini waktunya untuk relax. 

Uyee….
Waktunya final test. Menghafal beberapa kata dan melantunkannya. Alhamdulillah lancar. Endingnya,,,, foto-foto bareng. Aha akhirnya hobiku sedikit tersalurkan disini. Hahaha
Banyak sekali pelajaran yang aku dapat dari kelas ini dan kampong ini, Thanks God. Engkau selalu mempertemukan hamba dengan orang-orang baik hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar