Rabu, 29 Mei 2013

RENCANA PENGEMBANGAN ORGANISASI (RPO)



RENCANA PENGEMBANGAN ORGANISASI
KANTOR PASAR KLOJEN



Disusun untuk memenuhi tugas
Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa
– TM


Riki Anggrian                            (FIP/BKP)
Riski Lutfiani                             (FMIPA/IPA)
Rita Aprlianti Rukmana             (FIP/AP)
Rully Nur Rahim                        (FE/AKT)
Rizal Zaki Mubarok                   (FE/MNJ)
Setiawan Febriyanto                  (FT/TS)

Oleh Kelompok 6 :


 UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2013

 

RENCANA PENGEMBANGAN ORGANISASI

I.         PENDAHULUAN
A.      DESKRIPSI ORGANISASI
Pasar Klojen Malang adalah pasar yang cukup representatif yang terletak strategis di pusat kota dan memiliki struktur organisasi cukup sederhana. Dari struktur organisasi Pasar Klojen Malang terlihat  memiliki structural lebih sederhana dan lebih terfokus pada fungsi bagian-bagiannya.
Struktur organisasi di atas cukup sederhana.  Dalam kondisi ideal struktur organisasi tersebut harus memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan standar  dan kebutuhan sehingga mampu mengendalikan kondisi pasar dengan baik. Struktur organisasi tersebut juga memiliki pembagian kerja yang cukup spesifik. Apabila dilaksanakan dengan efektif sesuai dengan kondisi pasar maka akan menghasilkan hasil maksimal.
            Namun dalam prakteknya struktur organisasi di Pasar Klojen Malang masih sangat sederhana, dimana ada pengurus yang mengemban tugas ganda akibat tidak adanya pembagian kerja yang spesifik dan perkembangan pasar tidak berjalan. Oleh karena itu, apabila hal ini dibiarkan akan mengakibatkan Pasar Klojen Malang berjalan di tempat dan lambat laun akan sepi pengunjung akibat manajemen yang kurang.
Tetapi sisi positif dari struktur organisasi Pasar Klojen Malang yang sedehana ini adalah adanya komunikasi yang baik antara pengurus dengan anggota, pengurus dengan para pedagang, serta pengurus dengan instansi-instansi lain seperti Dinas PU, Dinas Kebersihan, Dinas Pasar, dsb.

II.      IDENTIFIKASI
A.      FAKTOR INTERNAL
1.  Unsur Kekuatan Organisasi:
·         Memiliki induk organisasi yang jelas sesuai SK Dinas Pasar
·         Tiap struktur mempunyai peran  masing-masing sesuai tugas dan wewenang
·         Koordinasi antar struktur sudah baik.
·         Pemimpin mengambil keputusan sesuai dengan kondisi/masalah yang ada.
·         Komoditi barang dagangan memiliki kuaitas yang baik dan lengkap sesuai  kebutuhan masyarakat.
·         Kondisi pasar yang bersih dan nyaman.
·         Jam buka kondisional sesuai permintaan pedagang.
·         Setiap pedagang mempunyai kartu anggota pasar, sebagai bentuk legalitas berjualan.
§  Hubungan dan komunikasi  antar pedagang yang baik dan harmonis.
2.  Unsur Kelemahan Organisasi
·         Adanya peran ganda dari pengurus.
·         Struktur organinasi  terlalu sederhana.
·         Sistem pengklasifikasian tempat (jenis barang) tidak teratur karena adanya alih tangan lapak dagangan.
·         Penanganan keluhan pedagang yang lambat.
·         Petugas kebersihan yang sering telat dalam menjalankan tugas.

B.       FAKTOR EKSTERNAL
1.  Unsur Peluang Organisasi
·         Penjagaan parkir yang tertib dan aman.
·         Lokasi yang strategis.
·         Hubungan harmonis dengan pihak masyarakat dan dinas terkait.
·         Adanya kerjasama sponsorship untuk pengembangan pasar.
·         Pembeli dari kalangan menengah ke atas .
·         Mendapat penghargaan oleh Pemerintah Kota dalam kebersihan.

2.  Unsur Ancaman Organisasi
·         Persaingan dengan adanya mini market di sekitar pasar yang menjamur.
·         Banyaknya penjual keliling di sekitar pasar
·         Daya beli masyarakat yang labil.

C.      RUMUSAN MASALAH
Bagaimana cara menumbuhkan eksistensi pasar Klojen Malang melalui minimalisasi faktor penghambat eksternal organisasi pasar Klojen yaitu adanya pedagang keliling.
D.      FAKTOR PENDUKUNG
·         Hubungan yang baik antara anggota dan pengurus organisasi Pasar Klojen
·         Kepercayaan masyarakat terhadap pasar klojen terutama kalangan masyarakat menengah keatas.
·         Lokasi pasar Klojen yang strategis dan tempatnya bersih dan tertata rapi.

E.       FAKTOR PENGHAMBAT
·         Petugas yang sering terlambat dalam menjalankan tugas
·         Adanya daya beli masyarakat yang labil
·         Peran ganda dalam kepengurusan organisasi Pasar Klojen.

III.   POLA PENGEMBANGAN ORGANISASI
A.      ARAH PENGEMBANGAN
1.  Jangka Pendek
·      Melakukan sosialisasi antara anggota dan pengurus organisasi pasar Klojen tentang penerbitan pedagang keliling di sekotas lingkungan pasar
·      Mengadakan penerbitan dan sosialisasi terhadap pedagang di sekitar lingkungan pasar
·      Mengontrol kebersihan dan kualitas barang dagangan untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat
2.  Jangka Panjang
·      Menyediakan tempat berjualan khusus bagi pedagang keliling di sekitar lingkungan pasar
·      Menarik investor/sponsor untuk menjalin kerja sama untuk mengembangkan produktivitas pasar
·      Mengembangkan produktivitas pasar melalui program khusus yang dirancang secara komprehensif.

B.       BENTUK PENGEMBANGAN

Melakukan minimalisasi faktor penghambat eksternal berupa penerbitan pedagang keliling di sekitar pasar dengan memberi tempat khusus bejualan secara bertahap secara bertahap dan melakukan kerjasama dengan investor untuk mengembangkan produktivitas pasar.

C.      BIDANG YANG DIKEMBANGKAN

Hubungan pihak eksternal yang menghambat dengan memberikan tawaran menjadi anggota dan pihak-pihak eksternal yang mendukung dengan menawarkan kerjasama.

D.      TEKNIK PENGEMBANGAN

Pada tahap awal pengembangan dilakukan dengan menertibkan para pedagang keliling di sekitar pasar. Penertiban dilakukan oleh petugas keamanan yang ditunjuk. Selain itu diadakan sosialisasi untuk diberikan tawaran menjadi anggota pedangang pasar klojen secara bertahap. Untuk tetap mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat dilaksanakan kontrol atau monitoring secara berkala terhadap kebersihan pasar dan kulaitas barang dagangan. Apabila pengembangan jangka pendek telah berhasil selanjutnya dilaksanakan pengembangan jangka panjang.
Adanya banyak respon dari pedagang keliling yang ingin bergabung menjadi anggota pedagang pasar Klojen akan ditindakklanjuti dengan menyediakan lahan berjualan secara bertahap. Jumlah pedagang yang semakin banyak tentu akan mampu memikat perhatian investor atau sponsor untuk kerjasama dalam pengembangan pasar. Tersedianya potensi untuk pengembangan pasar diperlukan program khusus yang dirancang secara komprehensif agar pasar klojen lebih eksis di mata masyarakat. Misalnya pada malam hari dibuka pasar wisata kuliner khusus bagi penjual makanan yang dimulai waktu magrib sampai malam hari.  
LAMPIRAN
MATRIKS ANALISIS SWOT (Kelengkapan)
Kondisi Lingkungan
ASPEK
ORGANISASI
MASA LALU DAN
MASA KINI
MASA YANG AKAN
DATANG
S
W
O
T
I
N
T
E
R
N
A
L
1.      Memiliki induk organisasi yang jelas sesuai SK Dinas Pasar
2.      Tiap struktur mempunyai peran  masing-masing sesuai tugas dan wewenang
3.      Koordinasi antar struktur sudah baik.
4.      Pemimpin mengambil keputusan sesuai dengan kondisi/masalah yang ada.
5.      Komoditi barang dagangan memiliki kuaitas yang baik dan lengkap sesuai  kebutuhan masyarakat.
6.      Kondisi pasar yang bersih dan nyaman.
7.      Jam buka kondisional sesuai permintaan pedagang.
8.      Setiap pedagang mempunyai kartu anggota pasar, sebagai bentuk legalitas berjualan.
9.      Hubungan dan komunikasi  antar pedagang yang baik dan harmonis.
10.  Adanya peran ganda dari pengurus.
11.  Struktur organinasi  terlalu sederhana.
12.  Sistem pengklasifikasian tempat (jenis barang) tidak teratur karena adanya alih tangan lapak dagangan.
13.  Penanganan keluhan pedagang yang lambat.
14.  Petugas kebersihan yang sering telat dalam menjalankan tugas.


+3


+3


+4


+4





+3



+3


+4



+2




+3



































-3

-3



-2



-1

-1




+26
-10
+16
E
K
S
T
E
R
N
A
L
1.      Penjagaan parkir yang tertib dan aman.
2.      Lokasi yang strategis.
3.      Hubungan harmonis dengan pihak masyarakat dan dinas terkait.
4.      Adanya kerjasama sponsorship untuk pengembangan pasar.
5.      Pembeli dari kalangan menengah ke atas .
6.      Mendapat penghargaan oleh Pemerintah Kota dalam kebersihan.
7.      Persaingan dengan adanya mini market di sekitar pasar yang menjamur.
8.      Banyaknya penjual keliling di sekitar pasar
9.      Daya beli masyarakat yang labil.



+2

+2

+3


+3

+2


+3














-3




-3


-2
Total
+7
+15
-8


Keterangan:
INTERNAL.
·         Nilai maksimal = 5
·         Sub bagian = 14
·         Nilai maksimal keseluruhan = 70
·         Nilai minimal keseluruhan = - 70
·         Rentangan = 28
·         Kategori :
-          Sangat sehat 42-70
-          Sehat 14-41
-          Cukup sehat( -14) -13
-          Sakit (-43) - (-15)
-          Sangat sakit (-70) - (-42)
Kesimpulan: Organisasi Pasar Klojen Malang pada kondisi internal memperoleh hasil + 16 dan termasuk pada kategori SEHAT. Namun masih kurang dalam hal kepengurusan yang terlalu sederhana, adanya kerja ganda pengurus dan penanganan keluhan lambat..
EKSTERNAL
·         Nilai maksimal = 5
·         Sub bagian = 9
·         Nilai maksimal keseluruhan = 45
·         Nilai minimal keseluruhan = -45
·         Rentangan = 18
·         Kategori :
-          Sangat sehat 27-45
-          Sehat 9-26
-          Cukup sehat (-9) - 8
-          Sakit (-26) - (-8)
-          Sangat sakit (-45) - (-27)
Kesimpulan: Organisasi Pasar Klojen Malang pada kondisi eksternal memperoleh hasil + 7 dan termasuk pada kategori CUKUP SEHAT. Namun masih kurang dalam hal adanya persaingan dengan adanya mini market di sekitar pasar yang menjamur, banyaknya penjual keliling di sekitar pasar, dan daya beli masyarakat yang labil.

Kamis, 17 Januari 2013

kakekku,, semoga segera diberi kesembuhan

Keutamaan Sakit Menurut Islam

Posted by Rhanu | Posted in Islam | Posted on 27-12-2009

5

Tidak ada orang yang ingin ditimpa penyakit. Meskipun demikian ternyata ada maksud tertentu dari Allah atas penyakit yang diderita hamba-Nya. Dalam buku Panduan Menghadapi Sakit dan Kematian karya Ahmad Yani, disebutkan terdapat lima keutamaan sakit menurut Islam:
1. Menghapus Dosa,
Ini merupakan keutamaan yang besar dari Allah Swt karena dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, dosa yang pernah dilakukannya bisa terhapus karena penderitaannya dalam menghadapi penyakit menjadi kafarat (penebus) dosanya, Rasulullah Saw bersabda:
“Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyaki tatau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari).
2. Tetap Mendapatkan Pahala Dari Amal Kebaikan Yang Biasa Dilakukannya Diwaktu Sehat
Hal ini karena ia tidak bisa menjalankan amal kebaikan itu bukan karena ia tidak mau, tetapi karena ia dalarn keadaan sakit. nnisalnya kalau kita biasa ke masjid untuk shalat berjamaah, tentu kita mendapatkan pahala yang besar, setiap langkahnya diangkat baginya satu derajat dan dihapuskan satu kesalahannya kemudian malaikat akan terus mengucapkan shalawat (memintakan ampunan) kepadanya, selama dia masih berada di ruangan shalat tersebut , namun pada saat kita sakit tentu tidak bisa ke masjid tapi kita tetap mendapat pahalanya. Rasulullah Saw bersabda:
“Apabila salah seorang hamba sakit atau bepergian (safar), maka Allah mancatat pahalanya seperti pahala amal yang dikerjakannya sewaktu ia tidak bepergian atau sehat.” (HR. Bukhari).
Di dalam hadist lain, Rasulullah Saw bersabda yang menguatkan hadits di atas:
“Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan suatu kebaikan, maka Allah berfirman kepada malaikat: “Catatlah bagi hamba-Ku pahala seperti yang biasa ialakukan ketika sehat.” (HR. Abu Hanifah).
3. Memperoleh Pahala Kebaikan
Segala sesuatu yang terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya. Seorang muslim yang sabar dalam menghadapi penyakit maka baginya pahala kebaikan. Rasulullah Saw bersabda:
“Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.” (HR. Bukhari).
Di dalam hadits lain yang senada tentang ini, Rasulullah Saw bersabda:
Barangsisapa dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka dia (diuji) dengan suatu musibah. (HR. Bukhari).
4. Memperoleh Derajat Yang Tinggi di Sisi Allah SWT
Hal ini karena di dalam surga ada derajat tertentu yang harus dicapai, bila seorang muslim tidak mampu mencapainya dengan suatu amal, maka ia bisa mem¬peroleh derajat yang tinggi itu dengan musibah atau penyakit yang dideritanya, misalnya mati syahid merupakan kematian yang sangat mulia, dia bisa dicapai dengan cara berperang di jalan Allah dan mati pada saat peperangan itu, namun bila seseorang ingin memperoleh kematian yang mulia itu, tapi perang di jalan Allah secara fisik tidak terjadi, maka ia tetap bisa mendapatkan derajat mati syahid dengan penyakit yang menimpa sehingga menyebabkan kematiannya, Rasulullah saw bersabda:
“Wabah adalah syahadah (mati syahid) bagi setiap muslim.”(HR. Bukhari)
Di dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda:
“Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah menguji dan mencobanya agar dia dapat mencapai derajat itu.” (HR. Thabrani)
5. Memperoleh Ganjaran Berupa Surga
Mana¬kala seorang muslim menghadapi penyakit dengan penuh kesabaran, misalnya penyakit yang sangat menyulitkan penderitanya dalam kehidupan ini seperti buta matanya, Rasulullah saw bersabda:
“Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar, maka Aku ganti kedua matanya itu dengan surga.” (HR. Ahmad).
Dengan demikian, meskipun tidak menyenangkan, sakit merupakan ujian yang dapat memberikan keutamaan dan manfaat yang besar, baik bagi si penderita maupun keluarganya. Oleh karena itu, penyakit harus dihadapi dengan sikap, pemikiran dan prilaku yang positif. Ingat hukum Law of Attraction, kalau kita selalu berlaku positif, maka yang hal positif tersebut InsyaAllah akan datang ke kita. Misalnya ketika sakit kita berpikiran dan memasukkan ke alam bawah sadar “sehat, kuat, sabar!!”. Maka hal tersebut dapat mempercepat kesdmbuhan kita.