RENCANA
PENGEMBANGAN ORGANISASI
KANTOR
PASAR KLOJEN
Disusun
untuk memenuhi tugas
Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa – TM
Riki Anggrian (FIP/BKP)
Riski Lutfiani (FMIPA/IPA)
Rita Aprlianti Rukmana (FIP/AP)
Rully Nur Rahim (FE/AKT)
Rizal Zaki Mubarok (FE/MNJ)
Setiawan Febriyanto (FT/TS)
Oleh
Kelompok 6 :
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2013
RENCANA PENGEMBANGAN ORGANISASI
I.
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI ORGANISASI
Pasar Klojen Malang adalah pasar yang cukup representatif yang
terletak strategis di pusat kota dan memiliki struktur organisasi
cukup sederhana. Dari struktur
organisasi Pasar Klojen Malang
terlihat memiliki structural lebih sederhana dan lebih
terfokus pada fungsi bagian-bagiannya.
Struktur organisasi di atas cukup sederhana. Dalam
kondisi ideal struktur organisasi tersebut harus memiliki struktur organisasi yang
sesuai dengan standar dan kebutuhan sehingga
mampu mengendalikan
kondisi pasar dengan baik.
Struktur organisasi tersebut juga memiliki pembagian
kerja yang cukup spesifik. Apabila dilaksanakan dengan efektif
sesuai dengan kondisi pasar
maka akan menghasilkan hasil maksimal.
Namun
dalam prakteknya struktur organisasi di Pasar Klojen Malang masih sangat sederhana, dimana ada
pengurus yang mengemban tugas ganda akibat tidak adanya pembagian kerja yang
spesifik dan perkembangan pasar tidak berjalan. Oleh karena itu, apabila hal
ini dibiarkan akan mengakibatkan Pasar Klojen Malang berjalan di tempat dan
lambat laun akan sepi pengunjung akibat manajemen yang kurang.
Tetapi
sisi positif dari struktur organisasi
Pasar Klojen Malang yang
sedehana ini adalah adanya
komunikasi yang baik antara
pengurus dengan anggota, pengurus
dengan para
pedagang, serta pengurus dengan instansi-instansi
lain seperti Dinas
PU, Dinas Kebersihan, Dinas Pasar, dsb.
II.
IDENTIFIKASI
A.
FAKTOR
INTERNAL
1. Unsur Kekuatan Organisasi:
·
Memiliki induk organisasi yang jelas
sesuai SK Dinas Pasar
·
Tiap struktur mempunyai peran masing-masing sesuai tugas dan wewenang
·
Koordinasi antar struktur sudah baik.
·
Pemimpin mengambil keputusan sesuai
dengan kondisi/masalah yang ada.
·
Komoditi barang dagangan memiliki kuaitas
yang baik dan lengkap sesuai kebutuhan
masyarakat.
·
Kondisi pasar yang bersih dan nyaman.
·
Jam buka kondisional sesuai permintaan
pedagang.
·
Setiap pedagang mempunyai kartu anggota
pasar, sebagai bentuk legalitas berjualan.
§ Hubungan
dan komunikasi antar pedagang yang baik
dan harmonis.
2. Unsur Kelemahan Organisasi
·
Adanya peran ganda dari pengurus.
·
Struktur organinasi terlalu sederhana.
·
Sistem pengklasifikasian tempat (jenis
barang) tidak teratur karena adanya alih tangan lapak dagangan.
·
Penanganan keluhan pedagang yang lambat.
·
Petugas kebersihan yang sering telat
dalam menjalankan tugas.
B.
FAKTOR
EKSTERNAL
1. Unsur Peluang Organisasi
·
Penjagaan parkir yang tertib dan aman.
·
Lokasi yang strategis.
·
Hubungan harmonis dengan pihak
masyarakat dan dinas terkait.
·
Adanya kerjasama sponsorship untuk
pengembangan pasar.
·
Pembeli dari kalangan menengah ke atas .
·
Mendapat penghargaan oleh Pemerintah
Kota dalam kebersihan.
2. Unsur
Ancaman Organisasi
·
Persaingan dengan adanya mini market di
sekitar pasar yang menjamur.
·
Banyaknya penjual keliling di sekitar
pasar
·
Daya beli masyarakat yang labil.
C.
RUMUSAN
MASALAH
Bagaimana
cara menumbuhkan eksistensi pasar Klojen Malang melalui minimalisasi faktor
penghambat eksternal organisasi pasar Klojen yaitu adanya pedagang keliling.
D.
FAKTOR
PENDUKUNG
·
Hubungan yang baik antara anggota dan
pengurus organisasi Pasar Klojen
·
Kepercayaan masyarakat terhadap pasar
klojen terutama kalangan masyarakat menengah keatas.
·
Lokasi pasar Klojen yang strategis dan
tempatnya bersih dan tertata rapi.
E.
FAKTOR
PENGHAMBAT
·
Petugas yang sering terlambat dalam
menjalankan tugas
·
Adanya daya beli masyarakat yang labil
·
Peran ganda dalam kepengurusan
organisasi Pasar Klojen.
III.
POLA
PENGEMBANGAN ORGANISASI
A.
ARAH
PENGEMBANGAN
1. Jangka Pendek
· Melakukan
sosialisasi antara anggota dan pengurus organisasi pasar Klojen tentang
penerbitan pedagang keliling di sekotas lingkungan pasar
· Mengadakan
penerbitan dan sosialisasi terhadap pedagang di sekitar lingkungan pasar
· Mengontrol
kebersihan dan kualitas barang dagangan untuk mempertahankan kepercayaan
masyarakat
2. Jangka Panjang
· Menyediakan
tempat berjualan khusus bagi pedagang keliling di sekitar lingkungan pasar
· Menarik
investor/sponsor untuk menjalin kerja sama untuk mengembangkan produktivitas
pasar
· Mengembangkan
produktivitas pasar melalui program khusus yang dirancang secara komprehensif.
B.
BENTUK
PENGEMBANGAN
Melakukan
minimalisasi faktor penghambat eksternal berupa penerbitan pedagang keliling di
sekitar pasar dengan memberi tempat khusus bejualan secara bertahap secara
bertahap dan melakukan kerjasama dengan investor untuk mengembangkan
produktivitas pasar.
C.
BIDANG
YANG DIKEMBANGKAN
Hubungan
pihak eksternal yang menghambat dengan memberikan tawaran menjadi anggota dan
pihak-pihak eksternal yang mendukung dengan menawarkan kerjasama.
D.
TEKNIK
PENGEMBANGAN
Pada
tahap awal pengembangan dilakukan dengan menertibkan para pedagang keliling di
sekitar pasar. Penertiban dilakukan oleh petugas keamanan yang ditunjuk. Selain
itu diadakan sosialisasi untuk diberikan tawaran menjadi anggota pedangang
pasar klojen secara bertahap. Untuk tetap mampu mempertahankan kepercayaan
masyarakat dilaksanakan kontrol atau monitoring secara berkala terhadap
kebersihan pasar dan kulaitas barang dagangan. Apabila pengembangan jangka
pendek telah berhasil selanjutnya dilaksanakan pengembangan jangka panjang.
Adanya
banyak respon dari pedagang keliling yang ingin bergabung menjadi anggota
pedagang pasar Klojen akan ditindakklanjuti dengan menyediakan lahan berjualan
secara bertahap. Jumlah pedagang yang semakin banyak tentu akan mampu memikat
perhatian investor atau sponsor untuk kerjasama dalam pengembangan pasar.
Tersedianya potensi untuk pengembangan pasar diperlukan program khusus yang
dirancang secara komprehensif agar pasar klojen lebih eksis di mata masyarakat.
Misalnya pada malam hari dibuka pasar wisata kuliner khusus bagi penjual
makanan yang dimulai waktu magrib sampai malam hari.
LAMPIRAN
MATRIKS
ANALISIS SWOT (Kelengkapan)
Kondisi
Lingkungan
|
ASPEK
ORGANISASI
|
MASA
LALU DAN
MASA
KINI
|
MASA
YANG AKAN
DATANG
|
S
|
W
|
O
|
T
|
I
N
T
E
R
N
A
L
|
1. Memiliki
induk organisasi yang jelas sesuai SK Dinas Pasar
2. Tiap
struktur mempunyai peran masing-masing
sesuai tugas dan wewenang
3. Koordinasi
antar struktur sudah baik.
4. Pemimpin
mengambil keputusan sesuai dengan kondisi/masalah yang ada.
5. Komoditi
barang dagangan memiliki kuaitas yang baik dan lengkap sesuai kebutuhan masyarakat.
6. Kondisi
pasar yang bersih dan nyaman.
7. Jam
buka kondisional sesuai permintaan pedagang.
8. Setiap
pedagang mempunyai kartu anggota pasar, sebagai bentuk legalitas berjualan.
9. Hubungan
dan komunikasi antar pedagang yang
baik dan harmonis.
10. Adanya
peran ganda dari pengurus.
11. Struktur
organinasi terlalu sederhana.
12. Sistem
pengklasifikasian tempat (jenis barang) tidak teratur karena adanya alih
tangan lapak dagangan.
13. Penanganan
keluhan pedagang yang lambat.
14. Petugas
kebersihan yang sering telat dalam menjalankan tugas.
|
+3
+3
+4
+4
+3
+3
+4
+2
+3
|
-3
-3
-2
-1
-1
|
|
|
|
+26
|
-10
|
+16
|
E
K
S
T
E
R
N
A
L
|
1. Penjagaan
parkir yang tertib dan aman.
2. Lokasi
yang strategis.
3. Hubungan
harmonis dengan pihak masyarakat dan dinas terkait.
4. Adanya
kerjasama sponsorship untuk pengembangan pasar.
5. Pembeli
dari kalangan menengah ke atas .
6. Mendapat
penghargaan oleh Pemerintah Kota dalam kebersihan.
7. Persaingan
dengan adanya mini market di sekitar pasar yang menjamur.
8. Banyaknya
penjual keliling di sekitar pasar
9. Daya
beli masyarakat yang labil.
|
|
|
+2
+2
+3
+3
+2
+3
|
-3
-3
-2
|
Total
|
+7
|
+15
|
-8
|
Keterangan:
INTERNAL.
·
Nilai
maksimal = 5
·
Sub
bagian = 14
·
Nilai
maksimal keseluruhan = 70
·
Nilai
minimal keseluruhan = - 70
·
Rentangan
= 28
·
Kategori
:
-
Sangat
sehat 42-70
-
Sehat
14-41
-
Cukup
sehat( -14) -13
-
Sakit
(-43) - (-15)
-
Sangat
sakit (-70) - (-42)
Kesimpulan: Organisasi Pasar Klojen
Malang pada kondisi internal memperoleh hasil + 16 dan
termasuk pada kategori SEHAT. Namun masih kurang dalam hal kepengurusan
yang terlalu sederhana, adanya
kerja ganda pengurus dan
penanganan keluhan lambat..
EKSTERNAL
·
Nilai
maksimal = 5
·
Sub
bagian = 9
·
Nilai
maksimal keseluruhan = 45
·
Nilai
minimal keseluruhan = -45
·
Rentangan
= 18
·
Kategori
:
-
Sangat
sehat 27-45
-
Sehat
9-26
-
Cukup
sehat (-9) - 8
-
Sakit
(-26) - (-8)
-
Sangat
sakit (-45) - (-27)
Kesimpulan: Organisasi Pasar Klojen Malang pada kondisi eksternal memperoleh hasil + 7 dan termasuk pada kategori CUKUP SEHAT. Namun masih
kurang dalam hal adanya persaingan dengan adanya mini
market di sekitar pasar yang menjamur, banyaknya penjual keliling di sekitar
pasar, dan daya beli masyarakat yang labil.